Tutorial Ubuntu 26.04 / Mengatur IP statis dan DNS serta memulihkan perubahan jaringan
Perubahan IP statis memengaruhi alamat antarmuka, rute, DNS, dan jalur akses administrasi sekaligus. Siapkan akses konsol serta cadangan konfigurasi asli, lalu periksa sintaks Netplan, uji perubahan dengan batas waktu, dan verifikasi koneksi baru serta keadaan setelah reboot.
Periksa nilai jaringan dan pengelola konfigurasi
ip -br address
ip route
resolvectl status
sudo netplan get
Catat alamat dan prefiks subnet, gateway bawaan, server DNS, serta antarmuka yang digunakan untuk koneksi administrasi. NIC (Network Interface Card) adalah antarmuka jaringan; cocokkan nama dan alamat MAC-nya dengan adaptor di pengaturan VM. DNS (Domain Name System) menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Hasil netplan get memperlihatkan konfigurasi YAML gabungan, sedangkan perintah ip dan resolvectl membantu memeriksa keadaan yang sedang aktif; keduanya perlu dibandingkan.
Pastikan alamat yang akan dipakai tidak berbenturan dengan perangkat lain atau alokasi DHCP. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) memberikan konfigurasi jaringan secara otomatis. Tutorial ini memakai jaringan host-only khusus dari latihan pembuatan VM: server 192.168.56.20/24, klien Linux yang diizinkan 192.168.56.10/24, dan host 192.168.56.1/24. Prefiks /24 berarti subnet mask 255.255.255.0. Periksa pengaturan DHCP dan inventaris alamat jaringan itu; tidak adanya balasan ping saja tidak membuktikan bahwa alamat belum dipakai.
YAML di bawah ditujukan untuk Server baru dalam lingkungan latihan dengan dua NIC kabel yang dikelola systemd-networkd. Verifikasi bahwa enp0s3 benar-benar adaptor NAT dengan DHCP dan enp0s8 adaptor host-only berdasarkan MAC serta konfigurasi aktual. NAT (Network Address Translation) menyediakan jalur keluar melalui penerjemahan alamat. Nama antarmuka pada mesin lain dapat berbeda. Jika sumber dibuat oleh cloud-init atau sistem pengelola lain, ubah melalui prosedur pengelola tersebut agar perubahan tidak ditimpa saat boot berikutnya.
Siapkan cadangan dan akses konsol
(
set -eu
backup=$(sudo mktemp -d /root/netplan-backup.XXXXXX)
sudo cp -a /etc/netplan "$backup/"
printf 'Backup: %s\n' "$backup"
)
Perintah ini membuat direktori cadangan unik di bawah /root, menyalin direktori /etc/netplan beserta atributnya, lalu menampilkan lokasi cadangan. Catat lokasi tersebut dan nama sumber yang benar-benar akan diedit. Jika ada kesalahan pembuatan direktori atau penyalinan, hentikan perubahan dan perbaiki penyebabnya; jangan menganggap cadangan telah tersedia.
Masuklah melalui konsol VM atau konsol penyedia dan biarkan sesi SSH yang sedang dipakai tetap terbuka. Pastikan Anda dapat menggunakan konsol jika jaringan terputus. Netplan membaca konfigurasi gabungan dari beberapa lokasi, termasuk /etc/netplan, /lib/netplan, dan /run/netplan. Cadangan di atas mencakup /etc/netplan; identifikasi sumber lain dan pengelolanya bila ada. Periksa definisi antarmuka yang bertumpang tindih, bukan sekadar menambahkan file baru dengan harapan semua nilai lama tergantikan.
Atur alamat, rute, dan DNS sebagai satu konfigurasi
Buka sumber Netplan yang telah diidentifikasi dengan sudoedit dan sesuaikan nama antarmukanya. Contoh lengkap minimal ini mempertahankan alamat DHCP, rute bawaan, serta DNS dari adaptor NAT, lalu memberikan IP statis hanya pada adaptor host-only. Pertahankan kebijakan NIC lain, IPv6, bridge, dan VLAN yang memang diperlukan; jangan menggandakan definisi antarmuka pada beberapa file.
network:
version: 2
renderer: networkd
ethernets:
enp0s3:
dhcp4: true
enp0s8:
dhcp4: false
addresses:
- 192.168.56.20/24
Pada konfigurasi ini, host-only hanya dipakai untuk komunikasi lokal. Karena itu, tidak ada rute bawaan atau server DNS yang ditambahkan pada enp0s8. DHCP pada NAT tetap menyediakan jalur internet dan DNS; periksa hasilnya dengan ip route serta resolvectl status. Jangan menganggap alamat host 192.168.56.1 otomatis berfungsi sebagai router atau resolver DNS.
Jika jaringan nyata memerlukan gateway dan DNS statis, dapatkan nilai yang benar dari administrator jaringan. Netplan menggunakan routes dengan to: default serta via untuk rute bawaan dan nameservers dengan addresses untuk DNS. Tempatkan pada antarmuka yang tepat sesuai rancangan jaringan, bukan menyalin nilai host-only ke sana. Panduan konfigurasi jaringan Ubuntu menjelaskan contoh alamat, rute, dan DNS tersebut.
Pastikan file sumber dimiliki root dan hanya dapat dibaca serta ditulis oleh root, sesuai anjuran keamanan Netplan. Untuk sudo chmod 600 actual-file, ganti actual-file dengan jalur sumber yang telah diverifikasi; jangan menjalankannya sebagai nama contoh. Pertahankan kebijakan DHCPv6, router advertisement, dan DNS IPv6 bila digunakan. Contoh IPv4 ini bukan alasan untuk menghapus konfigurasi IPv6 yang sudah ada.
Periksa sintaks dan uji dengan batas waktu
sudo netplan generate && sudo netplan try --timeout 120
Jika generate gagal, bagian setelah && tidak dijalankan. Perbaiki file, baris, atau kunci yang dilaporkan sebelum mencoba lagi. Kelulusan pemeriksaan sintaks tidak membuktikan bahwa alamat bebas konflik atau gateway dapat dijangkau.
Perintah netplan try menerapkan konfigurasi untuk diuji dan menunggu konfirmasi sampai batas waktu, dalam contoh ini 120 detik. Selama menunggu, gunakan terminal lain atau klien kedua untuk menguji alamat baru, rute, DNS, serta layanan yang diperlukan. Konfirmasikan hanya setelah hasilnya benar. Membiarkan koneksi SSH lama tetap hidup saja belum cukup untuk menguji koneksi baru.
Jika pengujian gagal, jangan menyetujui perubahan. Tetap siapkan konsol karena dokumentasi Netplan mencatat kasus ketika pembatalan atau habisnya waktu tidak memulihkan konfigurasi sebagaimana diharapkan. Periksa keadaan jaringan aktual dan YAML di disk sebelum reboot, bukan mengandalkan hitung mundur sebagai jaminan pemulihan.
Periksa alamat klien dan rute yang benar-benar dipilih
Pada VM Server kedua yang memakai networkd, gunakan struktur yang sama dengan alamat 192.168.56.10/24 pada NIC host-only yang telah diverifikasi. Server tetap memakai .20. Kedua adaptor NAT mempertahankan jalur internet melalui DHCP. Komunikasi antar-VM berlangsung langsung melalui jaringan host-only yang sama, sehingga latihan ini tidak memerlukan penerusan port NAT.
ip -br address
ip route
ip route get 192.168.56.10
resolvectl query ubuntu.com
Jalankan ip route get 192.168.56.10 pada server untuk melihat rute menuju klien. Pada klien, ubah tujuan menjadi 192.168.56.20. Hasil yang diharapkan memilih NIC host-only dan alamat sumber dari subnet tersebut untuk tujuan lokal, sedangkan rute bawaan internet menggunakan NIC NAT. Hasil sebenarnya harus memakai nama antarmuka mesin Anda. Jangan menambahkan .1 sebagai gateway atau DNS pada NIC host-only.
Periksa alamat aktif pada kedua sisi, lalu buka koneksi baru ke layanan yang memang tersedia dari klien yang diizinkan. Hasil resolvectl query ubuntu.com memeriksa resolusi nama, bukan seluruh jalur akses aplikasi. ICMP dapat diblokir, sehingga satu ping tidak cukup untuk menilai keberhasilan atau kegagalan semua koneksi.
Pulihkan file asli dan keadaan jaringan saat koneksi gagal
Jika akses terputus, gunakan konsol untuk memeriksa alamat aktual serta YAML di disk. Bandingkan sumber yang diubah dengan salinan pada lokasi cadangan yang dicatat. Pulihkan hanya file yang diubah dan batalkan hanya file tambahan dari latihan ini; jangan mengganti seluruh direktori jika ada perubahan lain yang perlu dipertahankan. Untuk sumber yang dibuat otomatis, pulihkan juga melalui pengelola yang sesuai.
Periksa kembali konfigurasi gabungan. Setelah sumber asli dikembalikan, jalankan pemeriksaan generate; jika lolos, terapkan dari konsol dengan prosedur yang telah disiapkan, lalu verifikasi alamat, rute, dan DNS semula. Jangan reboot ketika isi file masih salah hanya karena keadaan jaringan sementara terlihat benar.
Perubahan yang berhasil saat sistem berjalan tetap memerlukan pengujian terpisah sebelum dan sesudah reboot terencana. Pastikan akses konsol tersedia, simpan pekerjaan, lalu periksa kembali alamat dan rute setelah boot. Uji resolusi nama melalui resolvectl query ubuntu.com dan buka koneksi klien baru ke layanan yang dibutuhkan. Jika hasilnya berbeda, telusuri konfigurasi persisten dan pengelola yang menjalankannya saat boot sebelum meneruskan pekerjaan.




