Disk, partisi, dan sistem berkas Linux: membedakan lapisannya

Disk adalah perangkat penyimpanan blok, partisi adalah wilayah tertentu pada perangkat, dan sistem berkas mengatur berkas serta direktori. Mount menghubungkan sistem berkas ke pohon direktori. Perangkat, partisi, sistem berkas, dan titik mount merupakan lapisan yang berbeda.

Panduan ini membedakan perangkat blok, partisi, dan sistem berkas. Panduan mount dan penggunaan penyimpanan berbahasa Inggris menjelaskan cara menghubungkan sistem berkas ke direktori dan memastikan sumber penyimpanannya.

Rujukan latihan konfigurasi adalah mesin virtual (VM) dengan instalasi biasa Ubuntu 26.04 LTS, yaitu rilis dengan dukungan jangka panjang, atau Rocky Linux seri 9. Konfigurasi layanan dan paket dapat berbeda pada kontainer, Windows Subsystem for Linux (WSL), serta rilis lain. Siapkan pemulihan melalui konsol dan catat versi lingkungan dengan mengikuti panduan persiapan mesin virtual berbahasa Inggris.

Membaca penyimpanan sebagai beberapa lapisan

Lapisan Yang diperiksa Alat umum
Perangkat blok Kapasitas, jenis, dan hubungan induk lsblk
Partisi atau volume logis Wilayah tertentu atau alokasi penyimpanan logis lsblk, alat partisi atau LVM
Sistem berkas Format seperti ext4 atau XFS dan penanda unik UUID lsblk -f, blkid
Mount Jalur akses dan opsi yang berlaku findmnt, df

Susunan yang umum adalah disk → partisi → sistem berkas → titik mount. Namun, sistem nyata dapat menambahkan logical volume management (LVM), yaitu pengelolaan alokasi volume logis, enkripsi, atau susunan beberapa perangkat melalui RAID di antara lapisan tersebut. Sistem berkas juga bisa menempati seluruh perangkat secara langsung. Tidak adanya partisi tidak membuktikan perangkat kosong.

Memeriksa nama perangkat bersama pemakaiannya

lsblk -o NAME,TYPE,SIZE,FSTYPE,UUID,MOUNTPOINTS
findmnt -T /
df -hT /

Nama seperti sda, vda, dan nvme0n1 berkaitan dengan jenis perangkat dan urutan penemuannya. Partisi pada perangkat Non-Volatile Memory Express (NVMe) umumnya bernama seperti nvme0n1p1. Jangan menentukan disk sistem atau disk baru hanya dari namanya: bandingkan kapasitas, lokasi mount, dan identitas volume dari penyedia layanan. Pada versi lsblk lama yang belum mendukung MOUNTPOINTS, gunakan MOUNTPOINT.

lsblk memperlihatkan hubungan perangkat, findmnt -T / mengidentifikasi mount yang mencakup jalur akar, dan df melaporkan pemakaian sistem berkas. Ruang yang dicadangkan, metadata, satuan, dan lapisan penyimpanan dapat menyebabkan perbedaan angka. Perangkat yang tidak muncul pada df belum tentu tidak digunakan. Kolom MOUNTPOINT hanya menampilkan satu titik mount, sedangkan MOUNTPOINTS dapat menampilkan beberapa titik mount untuk perangkat yang sama.

Membedakan tabel partisi dan format sistem berkas

GUID Partition Table (GPT) dan Master Boot Record (MBR) menjelaskan susunan partisi. ext4 serta XFS adalah format sistem berkas. Partisi pada disk GPT dapat berisi ext4; keduanya bukan pilihan pengganti untuk lapisan yang sama. Mengganti tabel partisi dapat menghilangkan akses ke data yang sudah ada. Latihan ini tidak membuat atau mengubah tabel partisi pada disk nyata.

ext4 dan XFS memakai alat administrasi serta perbaikan yang berbeda. Kemampuan mengubah ukuran dan kebutuhan pengerjaan saat sistem berkas tidak terpasang juga berbeda. Pilih berdasarkan dukungan distribusi, kebutuhan pemeliharaan, dan prosedur pemulihan. Jangan memaksakan alat untuk format lain pada data yang sudah ada.

Membuat sistem berkas di dalam berkas image latihan

Perintah berikut membuat direktori sementara baru di bawah direktori home dan image berukuran 128 MiB, yaitu 134.217.728 byte. mkfs.ext4 dan dumpe2fs umumnya disediakan paket e2fsprogs. Pastikan mktemp, truncate, file, dan head juga tersedia. Pemformatan menginisialisasi target: jangan mengganti jalur image dengan perangkat /dev/... yang nyata.

Rangkaian && memastikan pembuatan image dan pemformatan hanya dilanjutkan jika tahap sebelumnya berhasil. Pemeriksaan test -f memastikan target merupakan berkas biasa, dan test ! -b menolak perangkat blok. Gunakan hanya direktori latihan baru yang Anda buat sendiri. -F pada mkfs.ext4 memaksa pembuatan pada target seperti berkas image; opsi itu bukan pemeriksaan bahwa target aman.

lab=$(mktemp -d "$HOME/linux-storage-lab.XXXXXX") &&
truncate -s 128M "$lab/disk.img" &&
test -f "$lab/disk.img" && test ! -b "$lab/disk.img" && mkfs.ext4 -F "$lab/disk.img" &&
file "$lab/disk.img" &&
dumpe2fs -h "$lab/disk.img" 2>/dev/null | head -n 15
printf "lab=%s\n" "$lab"

Hasil yang diharapkan: file mengenali sistem berkas keluarga ext, dan dumpe2fs menampilkan metadata seperti UUID serta jumlah blok. UUID adalah pengenal unik sistem berkas. Sistem berkas sudah berada di dalam image tetapi belum di-mount, sehingga isinya belum tersedia sebagai direktori biasa. Ukuran image tidak sama dengan ruang internal yang dapat dipakai karena sistem berkas memerlukan metadata dan dapat mencadangkan sebagian ruang.

Jalur yang dicetak pada baris terakhir hanya menunjukkan lokasi latihan, bukan bukti semua tahap berhasil. Jika ada galat, hentikan pemeriksaan hasil dan baca penyebabnya. Contoh hanya menampilkan 15 baris awal dumpe2fs serta menyembunyikan stderr; jika informasi tidak muncul, jalankan dumpe2fs -h "$lab/disk.img" pada image latihan yang sama tanpa pengalihan agar pesan galat terlihat.

Memverifikasi hasil dan membersihkan data latihan saja

Tujuannya adalah memahami lapisan penyimpanan, bukan menghafal perintah format. Image ini berisi ext4 secara langsung tanpa tabel partisi. Bandingkan susunan itu dengan hubungan perangkat yang ditampilkan lsblk. Simpan jalur yang dicetak jika akan melanjutkan latihan mount. Jika tidak, periksa isi serta jalur direktori sementara, lalu hapus hanya berkas latihan tersebut melalui pengelola berkas.

Sebelum mengubah penyimpanan nyata, siapkan cadangan yang dapat dipulihkan, pastikan identitas perangkat, serta periksa mount, swap, keanggotaan LVM, dan RAID. Jika keadaannya belum jelas, pertahankan bukti dan rencanakan pemulihan sebelum memformat atau menulis ulang partisi.

Dokumentasi resmi