Perintah traceroute Linux: baca hop, RTT, dan tanda bintang

Perintah traceroute menelusuri hop menuju tujuan dengan menaikkan Time To Live (TTL) atau hop limit probe secara bertahap. Alat ini membantu melihat router yang menjawab dan waktu pergi-pulangnya (round-trip time atau RTT), tetapi tanda bintang atau RTT tinggi pada satu hop belum membuktikan perangkat itu rusak atau menjadi penyebab gangguan aplikasi.

Hop adalah tahap penerusan melalui router. TTL membatasi seberapa jauh paket diteruskan; router dapat mengirim balasan Internet Control Message Protocol (ICMP) Time Exceeded ketika batas habis. Dengan batas yang meningkat, traceroute mencoba mengenali tahap-tahap jalur. Kebijakan respons dan jalur balik dapat memengaruhi apa yang terlihat.

Sintaks dan metode probe

traceroute [OPSI] TUJUAN

OPSI dan TUJUAN adalah penanda. Periksa traceroute --version serta man traceroute pada host. Penjelasan ini mengacu pada Traceroute for Linux; BusyBox dan sistem lain dapat menyediakan opsi berbeda.

Implementasi Linux yang didokumentasikan memakai probe User Datagram Protocol (UDP) secara bawaan. -I memilih ICMP Echo dan -T memilih Transmission Control Protocol (TCP) SYN. Metode serta hak yang diperlukan bergantung pada implementasi dan pengaturan sistem; penolakan izin berbeda dari tidak adanya balasan jaringan.

Mulai dengan pelacakan dasar

traceroute example.com

Perintah ini mengirim probe ke tujuan, bukan hanya membaca tabel rute lokal. example.com adalah nama contoh; pilih host yang relevan dan boleh Anda diagnosis. Catat alamat tujuan yang dihasilkan dari resolusi nama sebelum membandingkan hasil.

Secara bawaan, Traceroute for Linux memulai TTL dari 1, mencoba tiga probe per TTL, dan membatasi maksimum pada 30 hop. Hasil dapat berhenti lebih awal ketika tujuan dikenali atau kesalahan tertentu diterima. Nilai bawaan ini perlu dicocokkan dengan versi setempat.

Tampilkan alamat tanpa pencarian nama balik

traceroute -n example.com

-n menonaktifkan pemetaan alamat hop menjadi nama saat ditampilkan. Hal ini mengurangi pekerjaan pencarian balik dan membuat alamat lebih mudah dibandingkan. Namun, tujuan example.com masih harus diubah menjadi alamat melalui Domain Name System (DNS); -n tidak menghilangkan kebutuhan resolusi nama tujuan.

Jika nama tujuan gagal diresolusikan sebelum probe dikirim, periksa DNS terlebih dahulu. Nama router pada keluaran juga tidak membuktikan lokasi fisik suatu hop. Gunakan alamat numerik yang terlihat saat melaporkan masalah.

Bandingkan dengan probe ICMP

traceroute -I example.com

-I memakai ICMP Echo sebagai probe. Respons dapat berbeda dari probe UDP karena aturan jaringan berbeda untuk tiap protokol. Jalankan perbandingan pada tujuan, keluarga alamat, dan sumber yang sama agar perbedaan metode tidak tercampur dengan perubahan sasaran.

Pengguna biasa mungkin dapat memakai ICMP jika dukungan soket dan kebijakan host mengizinkannya; pada sistem lain hak tambahan diperlukan. Jika metode ditolak, baca pesan kesalahannya dan ikuti pengaturan administrator. Jangan mengubah kebijakan keamanan hanya untuk membuat hasil pelacakan lebih lengkap.

-T memilih TCP SYN pada implementasi ini. Keberhasilan probe TCP tetap bukan uji permintaan web atau autentikasi: metode menggunakan teknik koneksi setengah terbuka dan dapat mengenali tujuan dari respons TCP. Pilih metode sesuai diagnosis yang diizinkan, lalu uji aplikasi secara terpisah.

Baca tiap baris dan tanda bintang

traceroute -n example.com

Berikut potongan ilustrasi struktur keluaran. 192.0.2.1 adalah alamat dokumentasi, dan angka waktu berikut bukan hasil pengukuran jaringan Anda:

1  192.0.2.1  1.0 ms  0.9 ms  1.1 ms
2  * * *

Angka pertama menunjukkan TTL atau tingkat hop yang diuji. Pada nilai bawaan tiga probe, tiga waktu menunjukkan round-trip time (RTT), yaitu waktu pergi-pulang masing-masing probe dan balasannya. Jika probe pada TTL yang sama dijawab router berbeda, satu baris dapat memuat lebih dari satu alamat.

Tanda * berarti tidak ada respons untuk probe itu dalam waktu tunggu yang digunakan. Router dapat membatasi atau tidak mengirim balasan diagnosis sambil tetap meneruskan trafik. Jika hop sesudahnya menjawab, jangan menafsirkan bintang pada satu tingkat sebagai bukti paket aplikasi berhenti di sana.

RTT satu hop bukan latensi link dari hop sebelumnya. Jalur balik bisa berbeda, dan router dapat memberi prioritas rendah pada responsnya sendiri. Jangan mengurangi dua RTT seolah-olah menghasilkan waktu link yang pasti, atau menyatakan bottleneck hanya karena satu router membalas lebih lambat.

Jika RTT tinggi terus terlihat sampai tujuan pada pengujian berulang dengan kondisi sama, hasil itu dapat menjadi petunjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tetap bandingkan dengan pengalaman koneksi aplikasi, perubahan jalur, dan beban jaringan; hasil traceroute sendiri tidak mengidentifikasi penyebab secara pasti.

Opsi yang mengatur metode dan cakupan

Opsi Fungsi dan batasnya
-n Menampilkan alamat numerik tanpa pemetaan nama hop.
-I Memilih probe ICMP Echo.
-T Memilih probe TCP SYN.
-m HOP Membatasi maksimum TTL/hop yang dicoba, bukan waktu total.
-q JUMLAH Menentukan jumlah probe pada setiap hop.
-w WAKTU Mengatur waktu tunggu respons probe dalam detik; bukan deadline total proses.

Pada Traceroute for Linux, -w dapat menerima batas maksimum dan faktor penyesuaian berdasarkan RTT. Bentuk serta perilakunya perlu dibaca pada manual Traceroute for Linux; jangan menyamakan -w dengan opsi bernama serupa pada alat lain. Batas hop dan jumlah probe membantu membatasi cakupan, tetapi tidak menjanjikan durasi tertentu untuk seluruh proses.

IPv4 dan IPv6 dapat memakai rute serta aturan berbeda. Gunakan pilihan -4 atau -6 yang didukung implementasi saat ingin membatasi keluarga alamat, dan catat pilihan itu dalam hasil perbandingan.

Periksa hasil bersama jalur dan layanan

  1. Pastikan sumber, alamat tujuan, serta keluarga alamat. Periksa keputusan rute lokal menggunakan ip untuk alamat dan rute.
  2. Perhatikan apakah tujuan dikenali, batas -m tercapai, ada pesan kesalahan, atau hanya probe tertentu tidak dibalas. Kode seperti !H, !N, atau !X memberikan konteks berbeda dari bintang tanpa balasan.
  3. Bandingkan metode probe yang sesuai dengan kebijakan jaringan. Perbedaan hasil UDP dan ICMP dapat menunjukkan perbedaan perlakuan, tetapi tidak otomatis membuktikan satu jalur aplikasi gagal.
  4. Periksa layanan dari lokasi klien yang relevan. Gunakan port dan protokol aplikasinya, lalu periksa log serta respons layanan.

Ulangi pengukuran secukupnya dengan kondisi yang dicatat. Penyeimbangan beban dapat menghasilkan jalur berbeda untuk probe yang berbeda; arah balik juga tidak harus sama dengan arah pergi. Tidak semua router atau link fisik harus terlihat pada hasil ini.

Jika fokus masalah adalah ukuran paket dan Path MTU, tracepath untuk hop dan PMTU merupakan alat terkait. Keluaran jalur yang lengkap tetap bukan jaminan seluruh trafik aplikasi mengikuti jalur yang persis sama.

FAQ

Apakah * pada hop tengah berarti paket terputus di sana?

Tidak. Probe tidak mendapat balasan dalam waktu tunggu, tetapi router dapat tetap meneruskan trafik. Lihat hop sesudahnya, respons tujuan, serta koneksi aplikasi sebelum menyimpulkan gangguan.

Apakah -n membuat traceroute tidak memakai DNS sama sekali?

Tidak bila tujuan masih berupa nama. -n menghindari pencarian nama balik pada alamat yang ditampilkan; nama tujuan tetap memerlukan resolusi menjadi alamat.